BEGITU MUDAH DAN MENYENANGKAN MEMAHAMI FISIKA ALA SANG SUTRADARA | Formulasi
Minggu, 17 Februari 2013

BEGITU MUDAH DAN MENYENANGKAN MEMAHAMI FISIKA ALA SANG SUTRADARA

Baca Juga : fisika, fisika multimedia, lomba, lomba guru, lomba menulis guru, materi multimedia fisika, multimedia fisika, pelajaran fisika

Sebagai pengajar Fisika sudah tak terhitung kiranya dihadapkan dengan pertanyaan, “Mengapa bisa suka Fisika?” atau “Mengapa memilih jadi guru Fisika. Fisika kan sulit? Membosankan?” Kemudian meluncurlah sederetan pandangan menyeramkan seputar mata pelajaran yang satu ini. Awalnya, semangat sekali menjelaskan tentang asyiknya Fisika secara normatif. Tapi selau saja ada bantahan. Maklum memang sudah terdoktrin di masyarakat bahwa Fisika itu ibarat monster. Untuk membantah anggapan tersebut, maka sebagai pendidik dipandang perlu berupaya untuk mengubah mind set siswa tentang “Fisika itu sulit dan membosankan” pada siswa. Katakanlah kata-kata positif (say to them positive words) dan jangan pernah mengatakan kata-kata negatif (negative words) pada siswa. Yang tak kalah pentingnya sebagai pendidik harus berani merubah dan memperbaiki sikap maupun metode mengajar yang selama ini dilakukan dalam mengajarkan fisika, sehingga pelajaran fisika menjadi lebih mudah dan disenangi siswa.

Bagi pendidik, mengajar itu ibarat skenario dalam film. Tidak akan ada film yang baik dan enak ditonton tanpa skenario yang baik. Begitu pula, tidak akan ada pembelajaran yang berhasil tanpa persiapan yang benar. Kehadiran teknologi infomasi khususnya dunia internet saat ini sangat membantu pendidik untuk lebih total mengajarkan konsep-konsep dan hukum-hukum Fisika. Pemanfaatan Teknologi Informasi yang dibuat layaknya sebuah sajian film untuk pembelajaran fisika. Tentu saja hal ini harus didukung dengan kompetensi guru dalam menguasai Teknologi Informasi. Sudah sepatutnya guru tidak GAPTEK, karena banyak manfaat yang didapat dari Teknologi Informasi untuk dunia pendidikan. Dengan media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi maka konsep fisika yang abstrak dan sulit dipahami, menjadi mudah dipahami dan menyenangkan.

Berikut ini adalah salah satu contoh pengalaman penulis ketika melakukan perencanaan mengajar materi Fluida Statis pada Pokok Bahasan Tekanan Hidrostatis. Adapun langkah-langkah yang dilakukan penulis sebagai berikut :

A. Sebelum melakukan KBM :

  1. Membuat diktat atau modul Materi pelajaran Fluida Statis dengan bahasa yang mudah dipahami siswa.
  2. Membuat alat peraga untuk menjelaskan pemahaman Fluida Statis khususnya konsep Tekanan Hidrostatis, dengan disertai praktikum sederhana yang dilakukan saat KBM berlangsung dengan melibatkan siswa di kelas.
  3. Membuat Power point tentang Materi Fluida Statis Pokok Bahasan Tekanan Hidrostatis (bisa juga melihat dari internet kemudian dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan pendidik). Hal ini dilakukan agar saat Proses Belajar Mengajar berlangsung siswa paham dengan konsep yang diberikan dan ketepatan waktu sesuai dengan RPP.
  4. Setelah Persiapan penguasaan Materi ajar, persiapan pembuatan media dan alat peraga selesai, pendidik mencobakan apa yang telah dipersiapkan dengan melakukan uji coba mengajar (membuat video amatir sendiri) , hal ini dimaksud agar penulis mengetahui ketepatan alokasi waktu penyampain materi, dan kekurangan sikap saat penyajian materi berlangsung.
  5. Memberikan quiz interaktif, yaitu dengan membaca soal satu persatu dan siswa langsung menjawab.. penulis berikan waktu yang terbatas untuk menjawab soal tersebut.
  6. Memberikan Pekerjaan Rumah (PR) secara individu berupa soal-soal latihan diakhir penyampaian materi dan memberikan tugas kelompok berupa pembuatan video praktikum Tekanan Hidrostatis
  7. Penulis melakukan evaluasi terhadap cara mengajar, dilakukan dengan memberikan questioner pada siswa terhadap cara mengajar penulis.
  8. Menyiapkan Kamera untuk mendokumentasikan saat KBM berlangsung. Kegunaannya :
    • Untuk siswa: jika siswa belum paham materi yang disampaikan atau siswa tidak hadir di kelas, maka siswa dapat melihat ulang video penayangan saat KBM .
    • Untuk pendidik : sebagai acuan dan koreksi diri jika ada kekurangan saat KBM berlangsung
  9. Mencatat point-point yang akan disampaikan sebelum KBM Berlangsung

image

B. Saat KBM berlangsung :

  1. Menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Diawal pelajaran, memberi salam dan mengabsen siswa dengan sikap yang ramah. mereview pembelajaran terdahulu, Saat mulai masuk ke materi Fluida Statis, mengusahakan untuk masuk ke dunia siswa” kemudian “mengajak mereka ke dunia Fisika” (prinsip Quantum Teaching). Menceritakan terlebih dahulu analogi yang berhubungan dengan dunia siswa apa itu tekanan hidrostatis , barulah di jelaskan hal–hal yang rumit semudah mungkin dengan bantuan alat peraga maupun power point.
  2. Menyampaikan materi fluida dengan singkat dan memberikan point-point penting dengan sistem ajar yang interaktif berupa tanya jawab dan peragaan alat yang telah disediakan. (Dengan bantuan siswa untuk melakukan peragaan alat saat proses KBM berlangsung) ,sedangkan untuk penjelasan lebih detail penulis menggunakan soal-soal latihan. Dengan memilih soal-soal sedemikian rupa sehingga siswa akan mengerti materi yang telah disampaikan sebelumnya secara bertahap, Namun perlu diketahui, jika ingin menjelaskan materi dengan singkat maka pendidik harus menguasai materi dengan baik.
  3. Menjaga kondusivitas kelas , adakalanya kita menemukan sebagian kelas yang siswa-siswinya superaktif, tetapi sebagian kelas lainnya superpasif. Hindari keduanya!. Hal ini untuk menjaga komunikasi tetap terjaga dengan baik. Agar kelas tetap dalam keadaan kondusif, maka pendidik harus bersikap tegas, namun di sisi lain bersikap bersahabat dan menjadi pribadi yang menyenangkan buat siswa siswi. Jadi dapat disimpulkan bahwa selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung, suasana kelas harus tetap nyaman bagi siswa-siswi dan pengajar, namun sekaligus harus tetap dalam keadaan yang kondusif.
  4. Menjaga komunikasi yang baik saat KBM berlangsung. Pada saat siswa sedang mengerjakan soal latihan, penulis berjalan menghampiri siswa satu persatu dengan memperhatikan cara siswa mengerjakan soal, jika siswa menyelesaikan soal dengan benar maka penulis memberikan tanda ceklis, jika siswa melakukan kesalahan maka penulis membimbing siswa untuk mengerjakan soal hingga siswa menjawab dengan benar. Selanjutnya selalu memberikan motivasi ataupun pujian sehingga siswa semangat dalam belajar.
  5. Memberikan nilai dan reward pada siswa. Jika seorang siswa mendapat nilai baik, hampir dapat dipastikan dia akan “jatuh cinta” dengan pelajaran tersebut. Berdasarkan pada fakta ini, disarankan untuk membiarkan siswa-siswi senang dan bangga terhadap nilai-nilai mereka. Namun di sisi yang lain, pendidik harus bijaksana dalam memberikan nilai, jangan membiarkan siswa mendapatkan nilai yang baik namun sebenarnya mereka tidak mengerti materi dengan baik. Memberikan reward bila siswa membuat tugas atau alat peraga terbaik adalah salah satu kiat penyemangat yang ampuh.

Izinkan penulis menceritakan salah satu pengalamannya mengenai hal ini. Setelah skenario dibuat layaknya sutradara, penulis mempraktikkan di depan kelas sesuai dengan skenario yang telah dibuat. Sebelumnya penulis juga membuat point-point penting yang harus disampaikan di kelas. Pada saat KBM berlangsung, penggunaan multimedia Power point sangat membantu siswa menjadi lebih fokus dan materi yang diajarkan sesuai KTSP. Didukung dengan penyediaan alat peraga yang melibatkan siswa.

Memberikan perhatiaan saat siswa mengerjakan soal adalah salah satu langakah jitu untuk memotivasi siswa. Bila siswa melakukan kesalahan, maka pendidik membimbing hingga menemukan jawaban yang tepat. Jika siswa menjawab, benar maka pekerjaan siswa diberi tanda ceklis dan poin.

Memberikan tugas kelompok membuat video praktikum dengan alat-alat barang bekas. Dan memberikan reward berupa nilai praktik yang hasilnya bagus. Siswa antusias dan semangat mengerjakannya, hasilnya pun sungguh luar biasa. Ternyata pengetahuan siswa tentang Teknologi Informasi sangat bagus, terbukti dengan penayangan videonya siswa mampu memodifikasi power point dan suara maupun musik yang sangat sesuai.

image

Pada suatu keadaan tertentu, kadang penulis merasa perlu memberikan poin-poin yang berfungsi untuk menambah nilai ulangan mereka. Salah satu cara untuk memperoleh poin tersebut adalah dengan memberikan satu soal diberikan dan membiarkan mereka mengerjakannya dengan diizinkan membuka catatan mereka, namun tidak boleh bekerja sama dengan teman-temannya. Hal ini bertujuan agar mereka mengecek diri mereka sendiri apakah mereka sudah mempunyai catatan yang lengkap dan mengerti dengan catatan mereka. Kemudian, setelah waktu tertentu, hasil kerja siswa-siswi dikumpulkan dan langsung diberikan poin. Begitu seterusnya dengan memvariasikan soal mulai dari yang dasar dan terkadang dapat pula disisipkan soal-soal “sulit atau menantang” (soal-soal “menantang” tidak perlu menjadi fokus, karena tujuan belajar di kelas bukan untuk mencetak siswa-siswi yang ahli, namun siswa-siswi yang paham dan tertarik pada materi). Selain itu, dapat juga divariasikan dengan mengerjakan soal dengan catatan tertutup, ini untuk melatih mereka dalam kondisi test. Dengan demikian siswa-siswi akan mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu nilai tes baik dan penguasaan materi pun baik.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan keberhasilan dalam mengajar terletak pada pendidik, baik sikap maupun kemampuan penguasaan materi, penyediaan media dan alat pelajaran. Selain itu perlu perencanaan dan skenario yang tepat agar KBM berjalan dengan baik. Memberikan reward bila siswa membuat tugas atau alat peraga terbaik. Dan hasil yang diharapkan siswa senang dengan materi yang disampaikan sehingga siswa mudah memahami konsep materi yang diajarkan .

 image CMS Sekolah Gratis untuk Pendidikan Indonesia

272 Blogger
Tweets
Komentar
«Paling tua   ‹Lebih tua   1 – 200 dari 272   Lebih baru›   Terbaru»
«Paling tua ‹Lebih tua   1 – 200 dari 272   Lebih baru› Terbaru»

Poskan Komentar

.
Copyright (c) 2012 Formulasi Jl. Kyai Mojo Srondol Kulon Semarang Kode Pos 50263 Hotline: 081327030060 email:sekretariat@formulasi.or.id